MenolakSunyidiMasaSenja:CatatandariRuangNostalgiaUPTBudhiDharma

Sabtu, 20 Juni 2026UPT RPSLUT Budhi Dharma, YogyakartaDept. R&D Sadar Belajar
Kunjungan Sadar Belajar ke UPT Budhi Dharma

Di tengah masyarakat yang bergerak semakin cepat, ruang untuk mendengar cerita para lansia sering kali semakin sempit. Namun pagi itu, Sabtu, 20 Juni 2026, suasana berbeda terasa di UPT RPSLUT Budhi Dharma Yogyakarta. Melalui kegiatan Tular Bahagia yang mengusung tema "Merangkai Nostalgia, Menebar Bahagia", Komunitas Sadar Belajar menghadirkan ruang kebersamaan bagi para lansia untuk berbagi cerita, mengenang masa lalu, dan menikmati kebahagiaan bersama.

Bagi Komunitas Sadar Belajar, kehadiran di UPT RPSLUT Budhi Dharma bukan sekadar kunjungan sosial biasa. Di tempat yang menjadi rumah dan ruang pelayanan bagi para lansia terlantar ini, kami melihat bahwa hak untuk bahagia, didengar, dan merasa berarti harus tetap hidup, bahkan ketika seseorang telah memasuki usia senja.

Menggugah Ingatan Lewat Gerak dan Tradisi

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti dengan antusias oleh para lansia. Iringan musik dan gerakan-gerakan sederhana menciptakan suasana hangat yang mempertemukan berbagai generasi dalam satu ruang kebersamaan. Tidak sedikit senyum dan tawa yang hadir sejak awal kegiatan berlangsung.

Kegiatan senam bersama para lansia

Senam bersama menciptakan suasana hangat yang mempertemukan berbagai generasi.

Keriuhan semakin terasa ketika permainan tradisional mulai dimainkan. Tiga permainan dihidupkan kembali; dakon, bekel, dan UNO Stacko. Bukan sekadar pengisi waktu, tapi pintu masuk untuk mengembalikan kenangan yang selama ini tersimpan rapi di kepala para lansia.

Di sinilah esensi tema "Merangkai Nostalgia" bekerja. Ketika tawa pecah di antara permainan tersebut, memori jangka panjang para lansia diaktifkan kembali. Permainan tradisional memanggil pulang ingatan kolektif masa muda mereka, memicu rasa berharga atas sejarah hidup yang telah mereka lalui, sekaligus membuktikan bahwa bermain dan belajar adalah hak manusia sepanjang hayat (lifelong learning) yang tidak terbatas oleh usia.

Menyalurkan Amanah, Merajut Solidaritas Bersama

Selain berbagai aktivitas kebersamaan yang berlangsung sepanjang kegiatan, Tular Bahagia juga diisi dengan penyerahan tali asih untuk mendukung kebutuhan para lansia di UPT RPSLUT Budhi Dharma. Lewat donasi yang disalurkan melalui Komunitas Sadar Belajar, kebaikan tersebut diteruskan kepada para lansia di UPT Budhi Dharma, sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

Silaturahmi dan penyerahan tali asih

Di tengah budaya yang kerap menuntut pengakuan, kepedulian yang hadir tanpa nama mengingatkan bahwa kebaikan tidak selalu membutuhkan sorotan. Yang terpenting bukan siapa yang memberi, melainkan manfaat yang dirasakan oleh mereka yang menerima.

Kurikulum Kemanusiaan di Luar Kelas

Pertemuan pagi ini menyisakan satu pertanyaan sederhana: mengapa ruang-ruang seperti ini terasa begitu penting? Mungkin karena kita terlalu sering memandang belajar sebagai urusan sekolah dan kampus, padahal pelajaran tentang empati dan kemanusiaan justru banyak ditemukan dalam perjumpaan dengan sesama.

Dalam masyarakat yang sering mengukur nilai seseorang dari produktivitas dan capaian ekonomi, lansia kerap dipandang sebagai kelompok yang telah selesai. Ketika seseorang tidak lagi berada dalam usia produktif, keberadaannya perlahan bergeser ke pinggir perhatian sosial. Padahal usia tidak pernah menghapus kebutuhan manusia untuk didengar, dihargai, dan merasa menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Interaksi dan kebersamaan dengan para lansia

Pelajaran tentang empati dan kemanusiaan ditemukan dalam perjumpaan dengan sesama.

Melalui kegiatan Tular Bahagia, Komunitas Sadar Belajar ingin menggugat cara pandang tersebut. Turun ke panti wreda bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan proses belajar yang sesungguhnya. Kami tidak datang sebagai pihak yang paling tahu cara membahagiakan, melainkan sebagai murid yang belajar langsung dari realitas sosial.

Dari para eyang, kami belajar tentang ketabahan, mendengar kisah-kisah yang tidak tercatat dalam buku pelajaran, serta memahami bahwa kehidupan selalu menyimpan pelajaran yang tidak dapat diukur dengan angka maupun produktivitas semata.

Kebahagiaan yang Tak Mengenal Purna

Senyum bahagia terpancar dari wajah lansia

Senyum bahagia yang tak mengenal batas usia.

Merangkai nostalgia bukan berarti terjebak di masa lalu. Ia adalah cara menghormati akar kehidupan dan memanusiakan manusia di setiap fase perkembangannya. Selama manusia masih bernapas, ruang untuk dihargai dan merasakan kebahagiaan adalah hak yang tidak boleh mengenal kata purna. Menjaga ruang itu tetap terbuka adalah tugas yang melampaui sekat usia maupun dinding kelas.

“Merangkai nostalgia bukan berarti terjebak di masa lalu. Ia adalah cara menghormati akar kehidupan dan memanusiakan manusia di setiap fase perkembangannya.”
Ditulis Oleh:Dept. Research & Development, Komunitas Sadar Belajar YogyakartaDipublikasikan pada 20 Juni 2026